Header Ads

Mencegah dan mengatasi kutu pada burung peliharaan

Mengatasi penyakit atau infeksi yang satu ini memang cukup merepotkan, karena selain membuat burung yang tadinya gacor menjadi berkurang kegacorannya atau malah jarang bunyi sama sekali, juga membuat penampilan burung menjadi jelak karena bulu-bulunya yang mudah patah dan rusak. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah kutu pada burung. Kutu atau tungau inilah yang menginfeksi bagian kulit ataupun bulu-bulu burung sehingga mereka tampak menjadi sering gelisah, tidak tenang dan sering mencabuti bulunya sendiri. 


Jika anda melihat hal tersebut maka patut dicurigai, kalau burung kesayangan anda sudah terinfeksi oleh kutu burung, dan hal yang bisa dilakukan adalah secepatnya memberi pengobatan sebelum menulari burung  peliharaan lain yang ada disekitarnya.


cara mengobati kutu burung


Sebelum melakukan pengobatan, pastikan burung dalam kondisi sehat. Jangan melakukan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit karena saat itu daya tahan burung sedang lemah. Saat sakit, jika burung diterpa obat anti kutu akan mudah ngedrop karena obat tersebut minimal mengandung insektisida yang bisa "memabukkan" burung. 

Banyak cara untuk mengobati infeksi kutu burung ini , baik menggunakan obat berbahan kimia ataupun menggunakan bahan alami yang lebih aman. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penuturan dibawah ini.


  • Obat Kimiawi adalah obat-obatan yang dijual secara umum dengan nama/merek yang berbeda-beda. Bentuknya juga macam-macam. Ada yang cair, serbuk juga pasta.
  • Penggunaan obat kimiawi, baca aturan pakai yang tertera dalam kemasan dan ikuti secara disiplin. Jangan bereksperimen untuk menambah atau mengurangi dosis yang ditentukan kecuali Anda sudah memiliki pengalaman sebelumnya atau pernah mendapat informasi yang bisa dipercaya dan pernah mengaplikasikannya.
  • Gunakan  obat kimia sebagaimana peruntukannya. Jangan gunakan obat kutu untuk anjing misalnya pada burung, apalagi menggunakan anti kutu yang biasa digunakan manusia seperti Peditox pada burung anda.  Karena obat obatan antikutu untuk manusia dan hewan besar sangat berbeda kandungan konsentrasi zat beracunnya dibanding untuk burung. Kalaupun Anda akan mengurangi dosisnya jangan dengan cara kira-kira karena tetap akan berisiko kebanyakan dan bisa menyebabkan burung kelenger dan kutu jadi kebal sehingga makin sulit dibasmi.


Sedangkan untuk obat non-kimiawi ada bermacam-macam, di antaranya adalah menggunakan herbal atau bahan-bahan yang aman seperti: air rebusan daun sirih, air bekas cucian beras atau air rebusan buah jambe.


  • Air daun sirih: rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter (4 gelas ukuran normal). Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) angkat dan dinginkan lalu semprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bmasuk sampai ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung. Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai sekitar 1-2 jam agar kutu dan telornya benar-benar mati.
  • Air bekas cucian beras: gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih. Sebenarnya, air cucian beras tidak bersifat racun tetapi bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung. Artinya, hanya bersifat "merontokkan" atau melepaskan "pegangan" telor dan kutu pada bulu burung. Sehingga penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual. Atau gunakan air cucian beras dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar-benar efektif.


Pencegahan:

Untuk menghindari burung kesayangan anda terinfeksi kutu atau tungau pengganggu, sebaiknya setiap satu minggu dua kali sangkar benar-benar dicuci dengan desinfektan misalnya FreshAves yang merupakan produk dari omkicau, dan untuk setiap harinya sangkar bisa dibersihkan dari kotoran ataupun sisa-sisa bekas makanan, membersihkan sangkar ini bisa dilakukan pada pagi hari sewaktu burung dikeluarkan dari rumah ataupun pada waktu burung sedang dimandikan dalam karamba mandinya. Apapun caranya yang penting kita harus teratur dalam menjaga kebersihan sangkar dan lingkungan sekitar sangkar, juga menghindari burung peliharaan kita dari keberadaan burung-burung liar seperti gereja yang bisa saja membawa penyakit , kutu atau bakteri bagi burung  kesayangan kita.

Semoga bermanfaat

No comments

Powered by Blogger.