Header Ads

Tips memilih burung anis kembang


Membeli burung sekelas anis kembang tentulah bukan lantaran karena sekedar ikut ikutan saja atau cuma sekedar melampiaskan hobbi saja, patut diketahui juga oleh kicaumania bogor dan sekitarnya bahwa pemilihan burung anis / punglor kembang ini perlu ketelitian kita sewaktu membelinya. dan untuk membantu masalah terebut disini akan kita ulas beberapa kriteria pemilihan burung anis kembang baik itu bakalan ataupun yang sudah jadi sebagai panduan memilih burung yang bagus. sebagian tips dan panduan ini sudah pernah dibahas di forum kicaumania.or.id sebagai sumbernya:



Salah satu hal yang penting dalam membeli burung yang memang bagus adalah kejujuran dari penjualnya. apakah penjual burung itu benar benar jujur menyebutkan sepesifikasi dari burung yang dijualnya ataukah berbohong hanya supaya burungnya cepat laku terjual. dari penjual tersebut kita sudah harus bisa mengetahui asal usul burung tersebut. 

Asal Usul 

Asal usul burung anis kembang ada baiknya bisa diketahui oleh pembeli , misalnya darimana penjual memperoleh burung tersebut  apakah hasil tangkapan hutan atau dari penggemar burung lain. jika burung yang dijual didapat dari hasil tangkapan hutan, maka ada bagusnya juga jka kita mengetahui darimana asal burung tersebut ditangkap, karena ada beberapa daerah yang dipercaya menghasilkan burung anis kembang yang berkualitas bagus, misalnya saja daerah pegunungan di kaki Gunung Wilis. Punglor yang berasal dari daerah tersebut rata-rata dikenal bermental bagus dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap terjadinya perubahan cuaca serta lingkungan sekitarnya. Punglor dianggap mampu beradaptasi dengan cepat sehingga tidak mudah stres. Punglor kembang yang demikian pada umumnya akan lebih gampang dipelihara, juga dilatih untuk menjadi burung unggul di kelak kemudian hari. 

Kalau punglor kembang yang dibeli berasal dari penggemar lainnya, paling tidak kita bisa menanyakan kebiasaan dan keis timewaan punglor kembang yang dibeli. Baik melalui penjualnya atau bahkan langsung kepada pemilik sebelumnya. Hal ini untuk menghindari kesalahan perlakuan saat memeliharanya. Dengan demi kian, risiko burung mengalami stres bisa terhindarkan. 

Jenis kelamin

Sebagai penggemar burung penyanyi, umumnya punglor kembang yang dipelihara adalah burung yang berjenis kelamin jantan. Lebih-lebih apabila dipelihara dengan tujuan untuk dilombakan. Dibanding yang betina, punglor kembang jantan lebih memiliki kicauan yang bervariasi. Di samping itu, juga bervolume lebih keras dan lantang. 
Menentukan jenis kelamin punglor kembang harus jeli benar. Gampang-gampang susah. Berdasarkan pengalaman para penjual dan pemerhati burung, ada beberapa patokan yang bisa dipegang. Pertama, perhatikan matanya. Bila mata tampak menonjol, berarti burung jantan. Sebaliknya bila datar, tentulah berkelamin betina. Patokan tersebut bisa digunakan pada saat kita memilih piyik, trotolan, maupun bakalan.
Patokan kedua yang berlaku untuk pemilihan punglor kembang bakalan adalah dengan mengamati bulu-bulu di bagian pantat. Bulu-bulu di bagian pantat punglor kembang betina umumnya polos sewarna, yaitu putih. Pada punglor kembang jantan ada beberapa baris bulu berwarna hitam yang berlekuk-lekuk menyerupai pola gambar awan. Pada piyik dan trotolan memang belum jelas terlihat, tetapi pada bakalan pola tersebut sudah bisa dilihat. 
Mendengar suara punglor kembang dengan seksama adalah patokan ketiga. Apabila kicauan bakalan terdengar lebih keras dan nyaring, menandakan jantan. Begitu pun dengan suara piyik. Piyik jantan biasanya ngriwik lebih keras dibanding piyik betina. 
Hal lain yang bisa dilakukan untuk melihat apakah seekor punglor kembang jantan atau betina adalah dengan cara saling mendekatkan dua buah sangkar burung berisi punglor kembang. Anggaplah kita belum tahu mana jantan mana betina. Kalau kedua burung tersebut saling mendekat dan bersikap menantang seakan hendak berta rung, berarti keduanya jantan. Sebaliknya bila keduanya bersikap biasa alias acuh, mereka semua berkelamin betina. Namun, apabila kedua punglor bersikap berbeda, pertanda keduanya memiliki jenis kelamin yang berbeda. Punglor jantan akan sibuk mendekat sambil bergerak-gerak gelisah seakan hendak mengejar atau memburu, bahkan terkadang hingga menabrak sangkar. Sementara yang betina akan mengepak-ngepakkan sayapnya (ngeper) dengan paruh dibuka dan ditutup (sifat bercumbu). 

Penampilan fisik

Perhitungan para penggemar saat membeli punglor kembang tentu berdasar suaranya. Keindahan suara punglor kembang ditentu kan oleh volume suara dan irama lagunya. Punglor kembang yang bagus suaranya terdengar los dan jernih, tidak serak atau parau. Volumenya juga keras dan tebal. Sementara irama lagunya bervaria si dan tidak terdengar jeda antara irama yang satu dengan irama yang lain. Berirama secara bertahap dengan percepatan yang halus. 
Pada tahap pembelian keunggulan punglor kembang dalam hal suara tentu saja belum bisa terlihat. Namun, dengan memperhatikan fisik tampilannya kita bisa berharap memperoleh punglor kembang bersuara merdu. 
Fisik yang dianggap mencirikan punglor bagus antara lain berbadan panjang (bukan besar), berleher panjang, berparuh pan jang, serta berbahu lebar. Fisik yang demikian merupakan tanda bahwa burung ini memiliki volume suara yang los, keras, dan tebal. 
Selain itu, bentuk kepala juga perlu diperhatikan guna mempero-leh punglor kembang yang bermen-tal kuat dan berani. Punglor kem-bang yang demikian akan lebih mu-dah dilatih dan dirawat. Punglor kembang seperti ini ditandai dengan bentuk kepala bulat berbenjol di bagian belakangnya. Jangan lupa pilih pula punglor kembang yang berpenampilan tegap. 

Kesehatan

Pertimbangan terakhir yang perlu diperhatikan adalah kesehatan punglor kembang. Untuk tujuan tersebut, amati suara dan gerakan-nya. Burung yang sehat akan bersuara cenderung keras dan los. Tidak lemah atau berkicau setengah hati. Apabila masih piyik atau trotolan, amati suara ngriwiknya. Pedoman lain untuk melihat kesehatan burung adalah gerakan nya. Apabila sehat, gerakannya terlihat lincah dan tidak mau diam. Lompat ke sana kemari.

seperti tertulis di kicaumania.or.id


No comments

Powered by Blogger.